Pegat-uwakan artinya pegat warah atau diam, tidak
berbicara. Pada hari yang suci ini para Sang Maha Muni,
para pakar dan orang-orang budiman melakukan tapa diam (monabrata)
atau brata dhyana, atau semadhi pralina. Tujuannya
ialah menyatukan tenaga hidup (prana) di badan kita,
yang menyebabkan segar bugar dan sehatnya jiwa raga. Di
samping itu dihaturkan widhi-widhana, bebanten
sarwa pawitra, canang wangi-wangi, sesayut dirgha yusa,
panyeneng, tetebus, dihaturkan kehadapan Dewa Bhatara,
terutama Sanghyang Widhi Wasa dengan perantaraan asap dupa
harum serta dengan menyan astanggi.
|